kepada yang menyembunyikan hati

Maaf, ketika aku membuatmu menangis sendirian. Maaf, ketika aku bahkan tak mengenal siapa kamu. Maaf, ketika aku hanya tahu bahwa aku lelah. Dan di bahumu aku bersandar, membuatmu semalaman tersadar.

Ketika aku bahkan tak bisa membaca matamu, juga tak menangkap air mata yang kau sembunyikan. Maaf. Ketika aku begitu saja menelan tawa yang sebenarnya kau suguhkan untuk menutupi luka. Maaf.

Bahwa kau lelah, dan aku tak tahu.
Maaf.

Dan terima kasih, untuk ruang yang selalu kau sisakan. Untuk banyak waktu yang selalu kau berikan dari waktumu yang sedikit. Terima kasih.

Aku berdoa agar kau tak pernah lagi menangis sendirian.

“Kau bisa bersandar di bahuku jika kau lelah. Di bahuku”.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s