Takdir, bukan Shakespeare

Kamu percaya takdir? Takdir yang mempertemukan Romeo dan Juliet, yang sekaligus memisahkan mereka di akhir cerita. Takdir yang membuat Romeo berdarah Montague, sedang Juliet berdarah Capulet. Dua aliran darah yang sama-sama tak mau mengalah.

Kamu percaya takdir? Ketika entah bagaimana takdir membuat Cupid iseng melepaskan anak panahnya di hati dua anak manusia yang keluarganya tak pernah bisa saling menyapa, musuh hingga turunan ketujuh.

Kamu percaya takdir? Takdir yang mungkin memang ditakdirkan suka iseng. Iseng mempertemukanku denganmu, di satu pagi yang dingin, ketika dedaunan berjatuhan ditiup angin.

Kamu percaya takdir?
Aku percaya, bahwa takdir bukan Shakespeare. Maka ketika Cupid melepaskan anak panah dari busurnya, aku takan pergi menghindar. Akan kuhadapi dengan tegar.

Aku akan berlari menuju hangat mentari pagi. Aku bukan Capulet, dan semoga kau bukan Montague.
Mau berlari bersamaku?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s