deru seru langit biru

Kamu berjalan di bawah hitam langit malam, warnanya yang pekat sesekali membuatmu merasa tercekat. Kamu takut kamu tersesat.

Sore, ketika tadi kamu menatap langit dalam bingkai senja, tak juga kamu temui warna jingga. Di situ kamu berdiri, mengingat kembali lembaran puisi yang tergeletak mati.

Kamu ingin sembunyi.

Tapi kamu tahu kamu tak boleh berhenti. Langit biru menyuguhkan deru yang seru, membuatmu ingin berlari hingga menari-nari.

Apa kamu dengar alunan bunyi itu? Bunyi yang menarik hatimu, yang setiap nadanya membuat kamu bertanya-tanya.

Mau tak mau kamu melangkah juga. Mencari-cari sumber suara. Kamu baru tahu, suara itu bisa mempunyai banyak warna. Sebentar hitam, sebentar jingga. Tadi baru biru lalu berubah menjadi merah. Dia sempat juga menjadi nila dan berubah menjadi magenta.

Malam yang juga berlalu menenggelamkam hitam pada langit yang birunya kamu rindu. Ada sisa mimpi yang menyeru-nyeru.

Akan ada warna apa lagi ya setelah ini?

Ada kata tidak pasti yang ingin kamu pahami. Ada alunan bunyi yang ingin kamu ikuti. Juga deru seru langit biru yang kamu tuju. 

Kamu tahu hanya jika kamu mau berani kamu akan tiba di tempat ini. Tarik napas dalam-dalam, jalan masih panjang. Sesekali boleh kamu berhenti, tapi jangan lupa jalan lagi, ingat langit biru menunggu kamu.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s