Yang Terlewatkan

Ada yang terlewatkan ketika kita terlalu larut dalam kesibukan. Tidak hanya satu, melainkan banyak. Dengan alasan sibuk, kita sering menjadi lupa juga sengaja melupakan banyak hal.

Kita mendadak menjadi penderita lupa yang akut. Lupa di mana menaruh kunci kendaraan, lupa di mana menyimpan catatan, lupa duduk untuk menikmati sarapan pagi, bahkan bukan tak mungkin kita lupa menyapa Tuhan.

Dua puluh empat jam sehari rasanya tak pernah cukup dalam ritme hidup yang serba pesat seperti sekarang ini. Kita takut tertinggal entah oleh siapa. Tak rela kalah dalam persaingan tapi dengan sukarela mengandalkan segala cara. Demi apa?

Kita terlalu sibuk sehingga seringkali menjadi lupa. Dunia hanya persinggahan semata.

Ada yang terlewatkan. Tujuan-tujuan yang besar dan sepertinya menyenangkan, membutakan mata kita dari melihat hal-hal kecil dan sepertinya menyusahkan. Hal-hal kecil yang kita pikir harusnya tidak ada saja. Karena hanya menghambat dan memperlambat langkah kaki untuk bisa sampai pada tujuan besar dengan lebih cepat. Hati-hati nanti bisa tersesat.

Tidak salah menjadi sibuk. Tetapi akan menjadi tak benar rasanya ketika kesibukan justru menyusutkan jiwa dan hati kita. Ketika seharusnya menjadikan kita tumbuh menjadi manusia yang utuh.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s