Sindiran Penyanyi di Kedai Kopi

Pagi
kuseduh kopi
dan tak bisa berhenti
memikirkanmu
Aku cemburu
pada udara yang kau cium mula-mula
dari secangkir gayo yang menghilangkan
beku jari-jemarimu
Aku cemburu
pada sapa mentari pagi
yang lebih dulu
mendaratkan cahaya di kedua matamu
yang masih terpejam

Semalam
seorang penyanyi melanturkan sebuah lagu
bernada rindu
di atas sebuah kursi di kedai kopi
Aku menemukanmu tak ada
dan aku lupa
berapa lama
aku duduk di sini
sendiri
membiarkan udara dan matahari
mengalahkanku berulang kali
menjatuhkanku,
menggulingkanku dari singgasana kesombongan
yang membuatku berlutut di hadapan
kejujuran
Aku membiarkan cinta terlalu lama
Terperangkap oleh kata
yang tak pernah berhasil kueja

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s