Bingkisan Matahari

Harusnya aku dapat pergi tidur lebih cepat. Menarik selimut, memejamkan mata, dan berhenti membunyikan suara-suara di kepala. Aku mungkin akan bisa kembali menemukan mimpi. Aku mungkin akan tidak terlalu merasa sepi sewaktu sarapan besok pagi.

Harusnya kubiarkan saja bingkisan itu di depan pintu. Ia takan bisa membuka dirinya sendiri. Aku akan pura-pura tidak tahu. Besok pagi ia mungkin akan hilang sendiri.

Tapi aku salah. Ada yang dibuang tapi selamanya tak hilang.

Jam empat pagi, matahari bersinar sebentar lagi. Di kepalaku ada bunyi yang berbilang dan berulang;

Aku akan menjelma hangat pada setiap sedih yang tak mau kau ingat.

Pagi. Harusnya aku tahu, aku tak pernah mampu melupakanmu.

Advertisements

5 thoughts on “Bingkisan Matahari

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s