Keinginan Kemenangan

Kemenangan tidak pernah datang dengan mudah, atau mudah-mudahan. Kamu perlu berusaha, berdoa dan berkeinginan menjadi pemenang. Ketiganya tentu sama penting. Tapi, mana yang layaknya menjadi dasar atau langkah awal sebuah kemenangan? -Doa, usaha, atau keinginan?

Seseorang pernah bertanya tentang seberapa besar keinginanku menjadi pemenang. Ketika itu aku bilang cukup besar atau mungkin sangat besar, tapi jujur aku tak mengukur seberapa besar.

Hari itu kamu memintaku menyebutkan sebuah angka – antara satu sampai dengan seratus, berapa nilai inginku untuk menang. Aku menyisakan tiga puluh atas nama ketidakserakahan, juga demi menghindar dari rasa kecewa berlebihan.

“Tujuh puluh?” Kau mengulang ucapanku yang kemudian terdengar lebih seperti pertanyaan.
Kau sunggingkan senyum lalu katamu, “Kenapa tidak seratus saja sayang? Jangan menyisakan ruang untuk kemungkinan gagal. Karena itu berarti kamu telah mengizinkan dirimu untuk menjadi seorang pecundang. Kamu dan aku pasti akan jatuh, tapi itu hanya agar kita berdiri lagi. Kerahkan seratus persen niatmu untuk menang, maka seratus juga yang akan kamu dapatkan. Karena niat yang penuh berarti usaha tak hingga juga doa sepanjang masa. Itu langkah awalmu menuju kemenangan.”

Ketika itu aku seperti menemukan kembali sederet mimpi yang pernah hilang di tengah jalan. Kamu seperti menuntunku kembali memunguti serpihan-serpihan angan dan harapan.

Di depanku, sebuah jalan luas membentang. Masih jauh jarakku sampai di tujuan. Ada kebahagiaan menanti di ujungnya. Ada kebahagiaan mengisi hari-hari di sepanjang jalannya. Ada kamu di dalam hati – menemani.

“Kamu tahu kenapa sholat selalu diawali dengan niat?” Tanyamu suatu hari.

-Ah aku rindu saat seperti ini.

Kutangkap dua bola matamu dan kuangkat leherku sedikit lebih tinggi – kusimpan wajahmu dalam ingatan.

“Kenapa?” Tanyaku balik.

“Karena Allah ingin kamu menjadi pemenang.” Kau bilang.

Aku tersenyum. Kamu juga.

“Allah ingin kita menjadi pemenang.” Ku bilang.

“Menangkan!” Kau bilang.

Di wajahku, di wajahmu ada senyum yang semakin mengembang.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s