dan hujan

Kita pernah berlarian di bawah hujan
di sebuah kota tua yang menyimpan banyak cerita;
tentang laki-laki yang mengirim senja untuk kekasihnya
hingga negara yang senang menimang rakyatnya
dengan cerita sianida

Kita memilih berlarian di bawah hujan
menolak sajian ketidakadilan yang banyak dirayakan
jam demi jam
Kota ini terlalu tua
untuk menerima lebih banyak luka
dan duka

Kita selalu suka berlarian di bawah hujan
Biar bingar rinciknya liar di telinga
hingga sepi tak bersuara lagi seorang diri
Berdua kita bergandengan berpautan tangan
di bawah hujan kita berlari,
menari dan berjanji berbagi sepi

Sepanjang pagi ini hujan
turun tak berkesudahan
Sepasang laki-laki dan perempuan
berjalan berpayung bersebelahan
pelan
dalam hatinya terucap doa
Tuhan, lamakan kebersamaan kami
dalam perjalanan ini

Lama kita tak lagi berlarian di bawah hujan
dan rindu menjelma angin
dan dingin
Oh.. kota ini terlalu tua
untuk menerima lebih banyak lagi
air mata
Aku mungkin akan mati dikoyak sepi
sendiri

Tapi kau bilang jangan
Derap langkah hujan tak pernah
sendirian
dan tak lama kemudian
menjadi awan
Lalu kembali menjadi hujan
Dan kita akan kembali
berlarian lagi di bawah hujan

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s