Sepotong Matahari Untukmu

Hei kamu! Tidak akan habis sepucuk surat menuliskanmu. Karena yang ingin kusampaikan, jauh lebih banyak daripada yang bisa kutuliskan.

Baiknya mulai dari mana ya?

Apa mungkin kamu percaya jika kubilang, aku masih ingat kali pertama aku melihatmu berdiri di ruangan itu? Saat itu, tak pernah terpikir olehku akan kutulis surat ini untukmu. Aku pasti sudah gila. Haha.

Kamu tidak tahu kan, di mataku kamu serupa matahari. Darimu, kutangkap hangat yang selama ini aku cari. Kamu menuntunku dengan cahaya, membuat langkah demi langkah yang aku ambil terasa lebih bermakna.

Aku tahu, menatapmu terlalu lama bisa membuat mataku terasa perih. Membuat keringatku bercucuran dan kulitku terasa panas terbakar. Tapi, di balik terikmu kutangkap juga teduh. Aku mengerti, kamu bersinar bukan tanpa alasan.

Maka sekali ini biar kuungkapkan rasa terima kasihku yang terdalam. Terima kasih untuk hari demi hari yang menginspirasi, yang membakar semangatku untuk menjadi lebih berarti. Sekali lagi, setiap hari.

Hei kamu! Tunggu aku. Aku akan juga menjadi matahari, seperti kamu.

(Bandung, dari tumpukan surat pada 2014)

Advertisements

8 thoughts on “Sepotong Matahari Untukmu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s