dari Sebelum Sendiri

Sebenarnya puisi ini sudah lama nyangkut di kepala, sudah sejak pertama bukunya datang dibungkus kertas cokelat, di depan pintu, beberapa waktu lalu. Saya gemas. Puisi ini harus ada di blog ini. Maka selamat menikmati… barangkali kau, barangkali aku, telah tersesat sungguh sejauh ini – kata dan kita saling ingkar. orang-orang menyebut cinta. tapi kita sedang […]

Sebuah Perayaan

Aku tahu bahwa yang ingin kamu sampaikan lebih dari sekedar selamat. Bahwa kita mendamba serupa pesta. Perayaan. Merayakan kemenangan atau barangkali kekalahan. Di kebun belakang, tepat sebelum ribuan terompet dibunyikan. Atau kembang-kembang api dinyalakan. “Siapa lagi yang kau undang?” “Tak ada. Hanya kau.” Kamu mengangkat ujung kanan dan kiri bibirmu, menyuguhkan senyum terhangat di dunia. […]