dari Sebelum Sendiri

Sebenarnya puisi ini sudah lama nyangkut di kepala, sudah sejak pertama bukunya datang dibungkus kertas cokelat, di depan pintu, beberapa waktu lalu. Saya gemas. Puisi ini harus ada di blog ini.

Maka selamat menikmati…

barangkali kau, barangkali
aku, telah tersesat sungguh
sejauh ini – kata dan kita
saling ingkar.

orang-orang menyebut cinta.
tapi kita sedang berpikir

tentang laut yang selalu basah
demi langit yang selalu ingin
kering.

M. Aan Mansyur,
Sebelum Sendiri

Ngomong-ngomong selamat Hari Puisi Nasional ya.. 🙂

Mari hidup seribu tahun lagi. Cheers!!

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s