Kehilangan Juli

Juli datang. Mengetuk pintu di depan. Tak lama waktu yang dia perlu. Juli masuk. Mencari tempat duduk.

Pada sebuah ruang, Juli berputar. Dinding. Pintu. Dan jendela. 

Sepertinya aku tidak ada di mana-mana. Masih berkutat seputar Juni. Juga sibuk mencoba begitu banyak cara. Bagaimana melewati Juli? Mungkin melompat ke Agustus. Atau tidur hingga dibangunkan September.

Aku tahu. Juli akan bilang aku menggelikan. Biar. Aku tak mau dengar.

Di dalam ruangan, Juli mulai membunyikan suara. Musik. Dan berisik. Juli juga bernyanyi. Bermain gitar. Menabuh drum. Dan perkusi. Menyebalkan sekali.

Juli datang tidak pernah sendirian. Juli memboyong segala macam ingatan. Juga cerita yang minta dibaca ulang.

Dan Juli tidak pernah peduli. Juli senang jika akhirnya bendera putih kukibarkan.

Setiap kali Juli datang. Sepertinya aku memang tidak ada di mana-mana. Setiap kali Juli datang. Aku (ingin) hilang.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s