dari Sebelum Sendiri, sekali lagi

warna favoritku: menutup mata
dan menatap wajahmu. aku temukan

kata-kata yang siap tumbuh lagi.
tapi menulis puisi ialah melupakan
dan meluapkan ingatan.

sejak itu hari selalu terbaca
sebagai buku yang seluruh berisi
catatan penutup yang panjang.

kadang-kadang datang
seorang menghibur: tidak ada
permukaan indah tanpa kesedihan
di dasarnya.

dan aku mendambakan
sebaliknya.

-M. Aan Mansyur

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s