Narcissus

seperti juga aku: namamu siapa, bukan?
pandangmu hening di permukaan
     telaga dan rindumu dalam
tetapi jangan saja kita bercinta
jangan saja aku mencapaimu dan kau
     padaku menjelma

atau tunggu sampai angin melepaskan
     selembar daun
dan jatuh di telaga: pandangmu
     berpendar, bukan?
cemaskah aku kalau nanti air hening
     kembali?
cemaskah aku kalau gugur daun demi
     daun lagi?

Sapardi Djoko Damono, 1971

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s