Wangi sampo dan menu sarapan pagi

Puisimu tiba
pada sarapan pagi
yang menyisakan sunyi
bunyi piring dan gelas kotor
yang minta dicuci

Sapardi, kamu bilang
menulis puisi tentang api,
tentang kayu, dan tentang
menjadi abu
tentang awan dan hujan
dan ketiadaan*

Puisimu sayang, melulu candu
pada tidur malam malam
yang sulit terpejam

Beritakan kepadaku
Wangi sampo yang menempel di rambutmu
Pagi ini
Adakah bau yang aku kenali?

Beritakan kepadaku, sayang
Menu sarapan pagimu
Hari ini
Adakah sepotong roti, selai senja,
dengan secangkir kopi penuh
rindu yang
kukirim untukmu?

*Sapardi Djoko Damono, “Aku Ingin”, dalam Hujan Bulan Juni (1989)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s