Buku Harian, 28 Oktober

Hujan mengubah jalanan musim kemarau  semacam cermin yang mengganti namaku jadi Biru Kita adalah sepasang roh yang dikutuk gentayangan selamanya. Dan hari ini, di tikungan itu, kita kembali bertabrakan. Tak ada guruh, juga petir. Kita cuma saling bercakap dengan datar. Dan menatap. Aku menawarkan payung. Kamu mengangguk. Lalu kita pulang bersama dengan teduh. Jalan-jalan sempit. […]

Cara Mengingatmu

Kamu selalu mengernyit Setiap kali menyengaja aku lupa Kutambahi gula pada setiap kopimu yang pahit Tapi kamu minum juga Aku tidak pernah percaya bahwa Rasa pahit mampu membuatmu Berdiri lebih kokoh ketika semua hal di sekitarmu Menyuruhmu roboh Dan kamu tidak pernah percaya bahwa Rasa manis mampu membuatmu tertawa Bahkan di saat semua hal di […]

Don’t Worry, begitu dia bilang

Maha Suci Allah yang di tanganNya-lah segala kerajaan, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. (Q.S 67:1) Begitu sih menurut sepotong ayat yang acak saja saya baca. Kebiasaan yang saya lakukan kalau sedang butuh jawaban atau sesuatu yang bisa membuat hati kembali tentram. Kebiasaan yang ajaibnya benar-benar mengembalikan kedamaian hidup saya. Mohon maaf kalau diksinya […]

Kehilangan Juli

Juli datang. Mengetuk pintu di depan. Tak lama waktu yang dia perlu. Juli masuk. Mencari tempat duduk. Pada sebuah ruang, Juli berputar. Dinding. Pintu. Dan jendela.  Sepertinya aku tidak ada di mana-mana. Masih berkutat seputar Juni. Juga sibuk mencoba begitu banyak cara. Bagaimana melewati Juli? Mungkin melompat ke Agustus. Atau tidur hingga dibangunkan September. Aku […]

Sebuah Pesan

Katanya, warna kuning mewakili perasaan hangat dan bahagia. Itu juga yang aku ingin kamu rasakan di hari yang dingin dan berhujan seperti sekarang. Dunia, sayang, serupa permainan belaka. Hanya sementara. Maka, semangat yang membara saja. Biar nanti di penghujung hari akan Tuhan katakan, kamu sudah melakukan yang sebaik-baiknya bisa kamu lakukan sayang. Bahagialah sekarang dan […]

Menenangkan Rindu

  Warna yang sama bisa tampak sunyi dan riang sekaligus. Langit paham hal-hal semacam itu. Kata-katamu bicara terlalu banyak tapi tidak pernah cukup. Langit selalu cukup dengan cuaca dan pertanyaan- pertanyan. –M. Aan Mansyur

Membawa Serta Lupa

Aku butuh kertas dan pena dan menulismu segera sebelum lupa Bahwa aku akan lupa Dengan segera Segala cerita menyangkut dirimu dulu Ah, di mana kenangan tadi kusimpan? Jangan-jangan justru lupa kubawa serta Eh, aku harus lekas Kuseret kakiku tegas Hei, kenapa mesti tergesa? Hatiku bertanya Benar juga Langkahku melambat Tapi justru melupakanmu Cepat PS: untuk […]

Catatan lari pagi

Kamu tidak pernah tahu sejauh apa Kamu mampu berlari Juga tak pernah berpikir tentang berapa besar kekuatan yang kamu miliki Jangan memandang diri rendah Kamu tidak lemah Kamu memiliki kekutan itu Bahkan jauh lebih banyak daripada yang bisa kamu bayangkan “Seberapa jauh kamu mampu berlari hari ini?” Tanyamu menyelidik. “Sejauh-jauhnya,” jawabku, “selama bersamamu, insyaAllah aku […]

dari Sebelum Sendiri

Sebenarnya puisi ini sudah lama nyangkut di kepala, sudah sejak pertama bukunya datang dibungkus kertas cokelat, di depan pintu, beberapa waktu lalu. Saya gemas. Puisi ini harus ada di blog ini. Maka selamat menikmati… barangkali kau, barangkali aku, telah tersesat sungguh sejauh ini – kata dan kita saling ingkar. orang-orang menyebut cinta. tapi kita sedang […]