Buku Harian, 28 Oktober

Hujan mengubah jalanan musim kemarau  semacam cermin yang mengganti namaku jadi Biru Kita adalah sepasang roh yang dikutuk gentayangan selamanya. Dan hari ini, di tikungan itu, kita kembali bertabrakan. Tak ada guruh, juga petir. Kita cuma saling bercakap dengan datar. Dan menatap. Aku menawarkan payung. Kamu mengangguk. Lalu kita pulang bersama dengan teduh. Jalan-jalan sempit. […]

Cara Mengingatmu

Kamu selalu mengernyit Setiap kali menyengaja aku lupa Kutambahi gula pada setiap kopimu yang pahit Tapi kamu minum juga Aku tidak pernah percaya bahwa Rasa pahit mampu membuatmu Berdiri lebih kokoh ketika semua hal di sekitarmu Menyuruhmu roboh Dan kamu tidak pernah percaya bahwa Rasa manis mampu membuatmu tertawa Bahkan di saat semua hal di […]

dari Sebelum Sendiri

Sebenarnya puisi ini sudah lama nyangkut di kepala, sudah sejak pertama bukunya datang dibungkus kertas cokelat, di depan pintu, beberapa waktu lalu. Saya gemas. Puisi ini harus ada di blog ini. Maka selamat menikmati… barangkali kau, barangkali aku, telah tersesat sungguh sejauh ini – kata dan kita saling ingkar. orang-orang menyebut cinta. tapi kita sedang […]