Buku Harian, 28 Oktober

Hujan mengubah jalanan musim kemarau  semacam cermin yang mengganti namaku jadi Biru Kita adalah sepasang roh yang dikutuk gentayangan selamanya. Dan hari ini, di tikungan itu, kita kembali bertabrakan. Tak ada guruh, juga petir. Kita cuma saling bercakap dengan datar. Dan menatap. Aku menawarkan payung. Kamu mengangguk. Lalu kita pulang bersama dengan teduh. Jalan-jalan sempit. […]