Jarak

Sedekat itu kita Sedekat itu Tapi rasa harus dialami Harus diselami Didalami   Sejauh itu kita Sejauh itu Dan rasa harus sudah diendapkan Sudah dihilangkan Dienyahkan   Dan Pada suatu pagi nanti Aku akan bangun dan terlupa   Pada suatu akhir yang tak pernah bernama awal Jauh dan dekat Hanya sebatas jarak       […]

Kukira Kau Rumah

Lucu adalahย  ketika hangat sambut dan senyum sumringahmu kubuat alasan untuk jatuh hati, sehari saja. Aku ingin buta dari tahu bahwa orang seperti kamu tidak mungkin sendirian. Aku ingin tuli dari dengar ingar bingar intuisi yang menuju simpulan bahwa orang sepertimu tidak mungkin sendirian. Aku ingin jatuh hati, sehari saja. Berpura-pura menemukan rumah. Mengira mataku […]

penghapus

Yang kulakukan; Tentu saja menghapus Apa yang kuhapus? Semua yang perlu hilang dan tak lagi ada Pada prinsipnya, cara kerjaku sama seperti penghapus pada umumnya; Membuat sesuatu yang semula ada menjadi tak ada Menghilangkan, melenyapkan, meniadakan Pekerjaan yang gampang-gampang susah Tapi cukup menantang dan kadang-kadang menyenangkan Aku sudah seperti tukang sulap yang serba kuasa di […]

Meneguk Rasa yang Kamu Suka

Aku terkesiap ketika dia menyampirkan jaketnya di bahuku. Bukannya dia tidak pernah menunjukkan perhatian sebelumnya, hanya saja ini terlalu tiba-tiba dan aku jadi sedikit terkejut. Aku ingin tersenyum kepadanya sebagai ungkapan rasa terima kasih, tetapi rasa kagetku mengacaukan segalanya. Oke baiknya aku mengaku, aku tidak hanya sedikit terkejut, tetapi aku sangat terkejut. Memang bukan kebiasaanku […]

Wanita dan kenapa

Ini tentang keresahan saya setiap kali hendak sholat di mushola pusat-pusat perbelanjaan di kota tempat saya tinggal. Kalau kamu perempuan, kamu pasti pernah melihat pemandangan seperti yang saya lihat setiap kali menginjakkan kaki di mushola khusus wanita. Atau kalau kamu laki-laki, kamu pasti pernah bertanya-tanya kenapa ibu, kakak atau adik perempuanmu, atau kekasihmu memerlukan waktu […]

Untuk L, dengan cinta

Di kepalaku muncul beragam pertanyaan seperti, bagaimana kamu bisa tetap berdiri di antara teman-temanmu malam itu. Sambil memasang senyum yang seperti ingin bilang, aku baik-baik saja dan ini bukan bohong. Bagaimana kamu bisa dengan rapi menyembunyikan kecamuk dalam pikiranmu juga duka yang seperti ingin kamu telan saja sendirian, sedang kami -aku dan teman-temanmu- tahu, kamu […]

Jika Sendiri

Di atas aspal yang ditimpa terik matahari, aku berjalan tanpa suara. Tanpa berpikir apa-apa. Kepala ini bandara. Orang banyak berlalu lalang. Tetapi tidak ada yang tinggal. Seseorang, duduk di ujung kursi panjang. Seseorang yang lain, di ujung lainnya. Berseberangan. Itu adalah kau Itu adalah aku Selamanya kita, berada pada jalan dengan tepi yang berbeda. Tak […]

dari Sebelum Sendiri, sekali lagi

warna favoritku: menutup mata dan menatap wajahmu. aku temukan kata-kata yang siap tumbuh lagi. tapi menulis puisi ialah melupakan dan meluapkan ingatan. sejak itu hari selalu terbaca sebagai buku yang seluruh berisi catatan penutup yang panjang. kadang-kadang datang seorang menghibur: tidak ada permukaan indah tanpa kesedihan di dasarnya. dan aku mendambakan sebaliknya. -M. Aan Mansyur