Buku Harian, 28 Oktober

Hujan mengubah jalanan musim kemarau  semacam cermin yang mengganti namaku jadi Biru Kita adalah sepasang roh yang dikutuk gentayangan selamanya. Dan hari ini, di tikungan itu, kita kembali bertabrakan. Tak ada guruh, juga petir. Kita cuma saling bercakap dengan datar. Dan menatap. Aku menawarkan payung. Kamu mengangguk. Lalu kita pulang bersama dengan teduh. Jalan-jalan sempit. […]

dan hujan

Kita pernah berlarian di bawah hujan di sebuah kota tua yang menyimpan banyak cerita; tentang laki-laki yang mengirim senja untuk kekasihnya hingga negara yang senang menimang rakyatnya dengan cerita sianida Kita memilih berlarian di bawah hujan menolak sajian ketidakadilan yang banyak dirayakan jam demi jam Kota ini terlalu tua untuk menerima lebih banyak luka dan […]

gerimis

Gerimis turun begitu manis. Membawa pagi serasa berjalan begitu pelan. Membuatku hanya ingin bergelung di atas sofa seharian, ditemani secangkir cokelat juga kaus kaki yang melekat hangat. Aku masih ingat. Sepasang mata itu. Aku masih ingat. Sentuhan yang menguatkan itu. Perjalanan ini membawa aku dan kamu berputar lama terlalu. Mencari arah pada tuju yang semoga […]