Seandainya

Semalam aku mencari siapa saja yang bisa kuberikan pertanyaan atau yang memegang tangan sekedar membuatku tenang Yang kutemukan; Dua bunga berwarna putih yang terlihat kokoh tetapi bodoh Sepertinya bunga-bunga itu terlalu tinggi hati dan lupa diri Mereka lupa Tuhan Mereka lupa cara menyapa orang papa Tidak bisakah mereka ditukar saja? Aku tidak akan heran jika […]

Membawa Serta Lupa

Aku butuh kertas dan pena dan menulismu segera sebelum lupa Bahwa aku akan lupa Dengan segera Segala cerita menyangkut dirimu dulu Ah, di mana kenangan tadi kusimpan? Jangan-jangan justru lupa kubawa serta Eh, aku harus lekas Kuseret kakiku tegas Hei, kenapa mesti tergesa? Hatiku bertanya Benar juga Langkahku melambat Tapi justru melupakanmu Cepat PS: untuk […]

Catatan lari pagi

Kamu tidak pernah tahu sejauh apa Kamu mampu berlari Juga tak pernah berpikir tentang berapa besar kekuatan yang kamu miliki Jangan memandang diri rendah Kamu tidak lemah Kamu memiliki kekutan itu Bahkan jauh lebih banyak daripada yang bisa kamu bayangkan “Seberapa jauh kamu mampu berlari hari ini?” Tanyamu menyelidik. “Sejauh-jauhnya,” jawabku, “selama bersamamu, insyaAllah aku […]

dari Sebelum Sendiri

Sebenarnya puisi ini sudah lama nyangkut di kepala, sudah sejak pertama bukunya datang dibungkus kertas cokelat, di depan pintu, beberapa waktu lalu. Saya gemas. Puisi ini harus ada di blog ini. Maka selamat menikmati… barangkali kau, barangkali aku, telah tersesat sungguh sejauh ini – kata dan kita saling ingkar. orang-orang menyebut cinta. tapi kita sedang […]