dari Mendengar Radiohead

Aku ingin belajar menangis tanpa air mata, perasan perasaan-perasaan yang lembap. Aku bertahan bertahun-tahun berlari dalam kesunyian menuju kau. Aku mau menemukanmu, agar mampu berjalan menggandeng tanganmu mengelilingi pagi yang hangat. Atau mengantarmu pulang, menyusuri gelap, dan dengan sepenuh ketulusan aku ingin menjaga dirimu dari diriku. Ketulusan, panjang dan susah dinikmati sepenuhnya, seperti musim. Kejujuran, […]

Jarak

Sedekat itu kita Sedekat itu Tapi rasa harus dialami Harus diselami Didalami   Sejauh itu kita Sejauh itu Dan rasa harus sudah diendapkan Sudah dihilangkan Dienyahkan   Dan Pada suatu pagi nanti Aku akan bangun dan terlupa   Pada suatu akhir yang tak pernah bernama awal Jauh dan dekat Hanya sebatas jarak       […]

penghapus

Yang kulakukan; Tentu saja menghapus Apa yang kuhapus? Semua yang perlu hilang dan tak lagi ada Pada prinsipnya, cara kerjaku sama seperti penghapus pada umumnya; Membuat sesuatu yang semula ada menjadi tak ada Menghilangkan, melenyapkan, meniadakan Pekerjaan yang gampang-gampang susah Tapi cukup menantang dan kadang-kadang menyenangkan Aku sudah seperti tukang sulap yang serba kuasa di […]

Bingkisan Matahari

Harusnya aku dapat pergi tidur lebih cepat. Menarik selimut, memejamkan mata, dan berhenti membunyikan suara-suara di kepala. Aku mungkin akan bisa kembali menemukan mimpi. Aku mungkin akan tidak terlalu merasa sepi sewaktu sarapan besok pagi. Harusnya kubiarkan saja bingkisan itu di depan pintu. Ia takan bisa membuka dirinya sendiri. Aku akan pura-pura tidak tahu. Besok […]

my dear milord

Doubt me, my dear milord I shall not doubt thee Hatred me, my dear milord I shall not hatred thee Broke me, my dear milord I shall not broke thee Murk me,  my dear milord I shall not murk thee Chill me, my dear milord I shall not chill thee Kill me, my dear milord […]

tentang rindu yang menjadi basi

jadi aku pergi membuang hati yang tak lagi kau cari menelusuri malam bersama angin dan rindu yang tak lagi kau ingin   akh dingin dia lagi kembali biarlah sudah juga kukenal malah kuhapal   tertawa dia bilang, “Hai aku datang! –Lagi!” tak peka dia   sudahlah rindu juga jadi basi   tapi bersama dingin aku […]

Puisi Kertas Biru

Pada suatu waktu, di satu detik yang bergerak bersama , di sela-sela kuliah yang padat, dalam sebuah ruang segi empat, seorang dosen terus mengoceh mengenai mata kuliahnya. Dia bicara apa, aku sudah lupa. Mata kuliah apa, itu pun aku sudah lupa. Tapi aku masih ingat, seseorang menyodorkan selembar kertas berwarna biru berisi sebait puisi, atau […]