Bingkisan Matahari

Harusnya aku dapat pergi tidur lebih cepat. Menarik selimut, memejamkan mata, dan berhenti membunyikan suara-suara di kepala. Aku mungkin akan bisa kembali menemukan mimpi. Aku mungkin akan tidak terlalu merasa sepi sewaktu sarapan besok pagi. Harusnya kubiarkan saja bingkisan itu di depan pintu. Ia takan bisa membuka dirinya sendiri. Aku akan pura-pura tidak tahu. Besok […]

my dear milord

Doubt me, my dear milord I shall not doubt thee Hatred me, my dear milord I shall not hatred thee Broke me, my dear milord I shall not broke thee Murk me,  my dear milord I shall not murk thee Chill me, my dear milord I shall not chill thee Kill me, my dear milord […]

tentang rindu yang menjadi basi

jadi aku pergi membuang hati yang tak lagi kau cari menelusuri malam bersama angin dan rindu yang tak lagi kau ingin   akh dingin dia lagi kembali biarlah sudah juga kukenal malah kuhapal   tertawa dia bilang, “Hai aku datang! –Lagi!” tak peka dia   sudahlah rindu juga jadi basi   tapi bersama dingin aku […]

Puisi Kertas Biru

Pada suatu waktu, di satu detik yang bergerak bersama , di sela-sela kuliah yang padat, dalam sebuah ruang segi empat, seorang dosen terus mengoceh mengenai mata kuliahnya. Dia bicara apa, aku sudah lupa. Mata kuliah apa, itu pun aku sudah lupa. Tapi aku masih ingat, seseorang menyodorkan selembar kertas berwarna biru berisi sebait puisi, atau […]

kepada yang menyembunyikan hati

Maaf, ketika aku membuatmu menangis sendirian. Maaf, ketika aku bahkan tak mengenal siapa kamu. Maaf, ketika aku hanya tahu bahwa aku lelah. Dan di bahumu aku bersandar, membuatmu semalaman tersadar. Ketika aku bahkan tak bisa membaca matamu, juga tak menangkap air mata yang kau sembunyikan. Maaf. Ketika aku begitu saja menelan tawa yang sebenarnya kau […]