Menenangkan Rindu

  Warna yang sama bisa tampak sunyi dan riang sekaligus. Langit paham hal-hal semacam itu. Kata-katamu bicara terlalu banyak tapi tidak pernah cukup. Langit selalu cukup dengan cuaca dan pertanyaan- pertanyan. –M. Aan Mansyur

Membawa Serta Lupa

Aku butuh kertas dan pena dan menulismu segera sebelum lupa Bahwa aku akan lupa Dengan segera Segala cerita menyangkut dirimu dulu Ah, di mana kenangan tadi kusimpan? Jangan-jangan justru lupa kubawa serta Eh, aku harus lekas Kuseret kakiku tegas Hei, kenapa mesti tergesa? Hatiku bertanya Benar juga Langkahku melambat Tapi justru melupakanmu Cepat PS: untuk […]

dari Sebelum Sendiri

Dia tidak menuliskan judulnya apa. Saya jadi sedikit kesulitan mencari judulnya di sini. Dan sebenarnya puisi ini sudah lama nyangkut di kepala, sudah sejak pertama bukunya datang dibungkus kertas cokelat, di depan pintu, beberapa waktu lalu. Saya gemas. Puisi ini harus ada di blog ini. Maka selamat menikmati… barangkali kau, barangkali aku, telah tersesat sungguh […]

dan hujan

Kita pernah berlarian di bawah hujan di sebuah kota tua yang menyimpan banyak cerita; tentang laki-laki yang mengirim senja untuk kekasihnya hingga negara yang senang menimang rakyatnya dengan cerita sianida Kita memilih berlarian di bawah hujan menolak sajian ketidakadilan yang banyak dirayakan jam demi jam Kota ini terlalu tua untuk menerima lebih banyak luka dan […]

Aku Ingin Istirahat

Aku ingin istirahat mengingatmu, tapi kepalaku sudah jadi kamar tidurmu jauh sebelum aku mengenal namamu. Aku ingin terpejam memimpikan wajah lain beberapa jam, tapi kau cahaya telanjang telentang di sepasang mataku. Aku ingin memintamu bangun, tapi kau diam dan gerak di lenganku. Kau bunyi dan sunyi di suaraku. Bagaimana cara menyembunyikan dirimu dari diriku? Malam […]